softskill

navigasi

Rabu, 01 Januari 2014

TUGAS 6, ANALISA DFD SISTEM APLIKASI

  MATA KULIAH      : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 
  NAMA                    : HERMANSYAH
  KELAS                   : 3DB11
  NPM                       : 33111347
 
  www.gunadarma.ac.id


                                                         ANALISA DFD SISTEM APLIKASI
            
          Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.
Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :

1. Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.

2. Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

3. Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.

-Gambar  DFD Sebagai berikut :


                                                                   




 -Analisa DFD sebagai berikut  :
                     
                          Proses dengan no id 1.0 dimana disini dilakukan estimasi gerak bilangan bulat pixel  kemudian dilanjutkan diproses selajutnya dengan no id 1.1 dilakukan estimasi gerak sub pixel ,lalu masuk ke proses dengan id 1.2 dilakukan laju-distoris berbasis model descision, lalu dari id 1.2 di proses ke id 2.0 disini dilakukan proses pengerakan kompensasi atau kompensasi gerakan , dan dari proses nomor id 1.2 diproses juga di proses dengan nomor id 2.1 dilakukan intraprediction proses, lalu dari proses id 2.0 di proses lagi ke proses id 3.1 dilakukan residue dan dct proses, dan proses dengan id 2.1 di lanjutkan ke proses 3.2 sama residue dan dct namun berbeda format . Untuk sampai sini terdapat 2 data penyimpanan yaitu D1 dan D2 di mana data D1 current frame atau arus penyimpanan akan memberikan informasi terhadap proses dengan id 1.1 dan D2 juga memberikan informasi ke proses 1.1 lalu D1 dan D2 juga memberikan informasi terhadap proses 1.0 , lalu D1 dan D2 juga memberikan informasi , namun untuk D1 menuju ke proses dengan id 2.1 sedangkan D2 memberikan informasi ke proses dengan id 2.0. Setelah penyimpanan data sudah sekarang lanjut ke proses dengan id 3 , disini proses dengan id 3.0 residu dan DCT dalam intra luma 4 x 4  ,residu dan dct chroma , dan residu dan dct intra luma 16 x 16 ketiga-tiganya menuju ke proses dengan id 4.0 dimana akan dilakukan proses quantzation , untuk proses id 3.1 dan id 3.2 melakukan 2 proses lagi masing-masing untuk proses id 3.1 di proses di id 5.0 yaitu proses hadamard dan mengubah menjadi 2 x 2 chroma dan untuk id 3.2 di lakukan di proses dengan id 6.0 dilakukan hadamard dan mengubah menjadi 4 x 4 intra luma 16 x 16 , lalu dari proses id 4.0 menuju proses ke id 4.1 yaitu dilakukan quantzation kebalik, ternyata di proses 4.0 melakukan 2 proses tujuan yaitu ke proses id 9.0 yaitu proses CAVLC habis itu ke penyimpanan bitstream ini membatasi antar lingkungan luar dan lingkungan dalam.
                    
                      Dari proses 5.1 Quantization intra chroma DC akan di proses di id 5.2 yaitu inverse quantization chroma DC  dan dari proses id 5.2 chroma DC quantization terbalik akan di proses di proses id 5.3 yaitu transform hadamard terbalik 2 x 2 . belum berhenti 5.1 juga menuju ke proses id 9.0 CAVLC dan menuju ke penyimpanan bitstream , lalu lanjut ke proses 6.1 akan menuju ke proses id 6.2 inverse hadamard transform 4 x 4 ke proses 6.3 inverse quantization luma dc setelah itu di antar lagi ke proses id 7.2 inverse DCT (intra luma 16 x 16). Dan dari proses id 4.1 inverse quantzation juga menuju ke proses id 7.2 inverse DCT(intra luma 16 x 16),lalu proses id 5.3 ke proses id 7.1 inverse DCT(chroma) dan dari proses id 4.1 juga ke proses id 7.1 inverse DCT(chroma), dan proses 4.1 inverse juga ke proses 7.0 inverse DCT(inter luma dan intra luma 4 x 4),lalu dari proses id 7.0,7.1dan 7.2 menuju ke proses 8.0 dilakukan reconstruction atau rekonstruksi ulang dan baru masuk ke proses id 10.0 dimana disini akan dilakukan loop filter atau penyaringan perulangan proses diatas , lalu dari proses id 10.0 dijadikan inputan informasi yang akan disimpan di data storage D2 previous frame . Kemudian dari proses 9.0 CAVLC akan dikirim ke proses 11.0 yaitu rate controller atau laju pengecekan diman proses ini terdapat entity eksternal yaitu coding configuration dengn nomor identitas E2 , barulah dari proses 11.0 Rate controller menuju ke proses terkahirnya yaitu proses 1.2 yaitu rate-distortion based mode decision atau laju distoris berbaasis mode decision.


Selasa, 24 Desember 2013

TUGAS 5, DFD (DATA FLOW DIAGRAM)



  MATA KULIAH   : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 
  NAMA                    : HERMANSYAH
  KELAS                   : 3DB11
  NPM                       : 33111347
 
www.gunadarma.ac.id



                                                           DFD (DATA FLOW DIAGRAM)
                   
                        DFD (Data Flow Diagram) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan proses kerja suatu sistem. Suatu yang lazim bahwa ketika menggambarkan sebuah sistem kontekstual  data flow yang akan pertama kali muncul adalah interaksi antara sistem dan entitas luar. DFD didisain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi suatu bagian sub-sistem yang lebih kecil dan untuk menggaris bawahi arus data antara kedua hal yang tersebut diatas. Diagram ini lalu dikembangkan untuk melihat lebih rinci sehingga dapat terlihat model-model yang terdapat di dalamnya. dan DFD juga merupakan gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam obyek kemudian melewati suatu proses yang mentransformasikan ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain.

1. Simbol-Simbol yang digunakan pada DFD
Beberapa symbol digunakan di DFD untuk maksud mewakili (Jogiyanto ,1990):
  1. External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem);
  2. Data flow (arus data);
  3. Process (proses);
  4. Data store (simpanan data).
-Kesatuan Luar
                        Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini (Jogiyanto ,1990).


                                                                          
 -Arus Data
                          Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (exsternal entity). Arus data menunjukan arus data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut ini (Jogiyanto ,1990).

                                                              

-Proses
                         Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Untuk physical dataflow diagram (PDFD), proses dapat dilakukan oleh orang, mesin atau computer, sedang untuk logical data flow diagram (LDFD), suatu proses hanya menunjukkan proses dari computer. Perbedaan dari PDFD dan LDFD akan dibahas kemudian. Suatu proses dapat menunjukkan dengan symbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudut tumpul (Jogiyanto ,1990).

                                                                         




 -Simpanan Data
                        Menunjukkan informasi yang tersimpan dalam file diantara transactions. Data store diidentitaskan dengan “D dengan nomor” untuk data store komputer dan “M dengan nomor” untuk manual data store. Data store disimbolkan sebagai berikut (Jogiyanto ,1990) :

                                                    
                       



2. Didalam DFD terdapat 2 jenis Simbol dalam DFD
Berikut adalah jenis-jenisnya bedasarkan (Yourdon dan DeMarco),dan (Gane dan Sarson)

                                                                                   




3. Tujuan DFD (Data Flow Diagram) atau Diagram Arus Data
                        Tujuan Diagram Arus Data atau DFD adalah untuk menunjukan proses yang dijalankan data dalam sistem ,memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui sistem,dan menggambarkan fungsi-fungsi(dan sub fungsi) yang mentrans formasi aliran data  .                     


4.Syarat Membuat DFD
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika

5. Berikut ini tips-tips dalam membuat DFD :
 -Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat dibaca dengan mudah
- Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda
-  Nama yang dipakai untuk proses, data store, dataflow harus konsisten (identitas perlu)
- Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya
- Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya
- Banyaknya proses  yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses
- Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storage yang sama)
- Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi 
- Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik
- Aliran ke storage harus melalui proses, tidak boleh langsung dari external entit
- Aliran data untuk Proses Report ,harus ada aliran keluar. Akan ada aliran masuk jika perlu parameter untuk mengaktifkan report
- Aliran data yang tidak ada datastorenya harus diteliti, apakah memang tidak mencerminkan persisten entity (perlu disimpan dalam file/tabel), yaitu kelak hanya akan menjadi variabel dalam program.


6.Langkah – Langkah Persiapan  DFD
Selama analisis Sistem, DFD dapat digunakan untuk memberikan model lingkup proyek sistem dan untuk menganalisa serta membentuk model fakta-fakta studi yang telah di kumpulkan selama analisis. DFD digunakan untuk menggambarkan bentuk sistem yang sedang di kembangkan secara keseluruhan. Hal ini untuk menjelaskan pemroses rinci dari suatu transaksi. Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah:

Langkah 1  : Menggambar diagram tingkat konteks. Diagram ini menggambarkan source , sink , proses utama , dan lingkup sistem pada waktu pengembangan.

Langkah 2 : Menguraikan  (decompose) Diagram Tingkat Konteks.  Diagram tingkat konteks diuraikan atau di-decompose menjadi DFD tingkat kedua.

Langkah 3 : Menguraikan ketingkat dasar (elementary sistem). Proses 1-3 menyortir tumpukan (batch), diuraikan menjadi DFD tingkat dasar. Tingkat diagram ini menjelaskan secara jauh lebih rinci proses-proses aktual yang terjadi untuk menyortir tumpukan.


7. Langkah-Langkah Membuat DFD

-Membuat Diagram Konteks (diagram context)

Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya.
Caranya :
  • Tentukan nama sistemnya.
  • Tentukan batasan sistemnya.
  • Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
  • Tentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
  • Gambarkan diagram konteks.

-Membuat Diagram Level Zero (Overview Diagram)

Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks.
Caranya :
  • Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Hindari perpotongan arus data
  • Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).

-Membuat Diagram Level Satu

Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.
Caranya :
  • Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
  • Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing sub-proses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
  • Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
  • Hindari perpotongan arus data.
  • Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya.Contoh : 1.1, 1.2, 2

Sumber :

Pengantar Metodologi Pengembangan Sistem Informasi , D.Suryadi H.S.Bunawan

 http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram